IMPLEMENTASI PROGRAM OPERASI PASAR BERSUBSIDI (OPADI) SEBAGAI STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA BARAT DALAM MENJAGA STABILITAS HARGA DAN DAYA BELI MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.36624/jpkp.v16i2.314Kata Kunci:
OPADI , Stabilitas Harga , Inflasi , Kebijakan Pangan , SubsidiAbstrak
Program Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) merupakan instrumen kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengendalikan volatilitas harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat. Penelitian ini menganalisis implementasi program OPADI yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat selama tahun 2024. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan Plt. Kabid Disperindag Provinsi Jawa Barat Erik Wahyu, analisis dokumen resmi, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program OPADI berhasil dilaksanakan di 27 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran Rp 15 miliar, menyediakan subsidi rata-rata Rp 45.700 per paket sembako. Program ini efektif dalam menekan inflasi Jawa Barat dari 3,48% (Maret 2024) menjadi 1,67% (November 2024). Namun, ditemukan tantangan signifikan dalam hal jangkauan distribusi, sistem penargetan sasaran yang belum optimal, dan keterbatasan frekuensi pelaksanaan. Penelitian merekomendasikan peningkatan alokasi anggaran, digitalisasi sistem distribusi, dan integrasi dengan database kesejahteraan sosial untuk meningkatkan efektivitas program di masa depan.
Referensi
Astrin, L., & Wahyudi, A. (2023). Intervensi Pemerintah terhadap Harga Gabah. Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal, 6(3), 1586–1598. https://doi.org/10.47467/reslaj.v6i3.5550
Barrett, C., & Maxwell, D. (2005). Food Aid after Fifty Years: Recasting Its Role. Food Aid After Fifty Years: Recasting Its Role, 1–314. https://doi.org/10.4324/9780203799536
BPS Jawa Barat. (2024). Proyeksi penduduk kabupaten/kota Provinsi Jawa Barat hasil Sensus Penduduk 2020 (Ribu Jiwa), 2024. https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table/2/OTIwIzI=/jumlah-penduduk-jawa-barat--2024.html
Fan, S., & Headey, D. (2008). Anatomy of a crisis: the causes and consequences of surging food prices. In Agricultural Economics (Vol. 39, Issue s1, pp. 375–391).
Gruber, J. (2019). Public finance and public policy (6th (ed.)). Worth Publishers.
Joseph E. Stiglitz, & Rosengard, J. K. (2015). Economics of the Public Sector (J. Repcheck (ed.); (Fourth Ed). W. W. Norton Company, Inc.
Maxwell, D., & Slater, R. (2018). Food security in a complex world. Routledge.
Muslim, E. (2017). Pelaksanaan Pendistribusian Bibit Padi Bersubsidi Di Kabupaten Sumbawa (Berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Nomor 10/KPA/SK.310/C/1/2017 Tentang Petunjuk Teknis Subsidi Benih Tahun Anggaran 2017). Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik, 1, 35–44.
Rahmanta, R., & Maryunianta, Y. (2020). Pengaruh Harga Komoditi Pangan Terhadap Inflasi Di Kota Medan. Jurnal Agrica, 13(1), 35–44. https://doi.org/10.31289/agrica.v13i1.3121
Rosen, H. S., & Gayer, T. (2019). Public finance (11th (ed.)). McGraw-Hill Education.
SANTOSO, T. (2011). Aplikasi Model GARCH pada Data Inflasi Bahan Makanan Indonesia. Jurnal Ilmiah Aset, 13(1), 65–76.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
Widiatmika, K. P. (2015). Pengaruh Inflasi Dan Suku Bunga Terhadap Bagi Hasil Bank Syariah Di Indonesia. 16(2), 39–55.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Editorial JPKP

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










