PENGENTASAN KEMISKINAN DI DAERAH 3T DALAM PERSPEKTIF ADAPTIVE GOVERNANCE: STUDI KOMPARATIF DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DAN NUSA TENGGARA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.36624/1y2a7t18Kata Kunci:
Kemiskinan, Daerah 3T, Adaptive Governance, Kebijakan Publik, Tata Kelola AdaptifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengentasan kemiskinan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dalam perspektif Adaptive Governance melalui studi komparatif di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah dan dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan tingkat kemiskinan antara NTB (11,38%) dan NTT (17,5%) yang tidak semata-mata dipengaruhi faktor geografis, tetapi juga oleh kapasitas tata kelola pemerintahan. NTB menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam menerapkan prinsip Adaptive Governance, terutama pada aspek fleksibilitas kebijakan, kolaborasi multi-aktor, pembelajaran berkelanjutan, dan desentralisasi pengambilan keputusan. Sebaliknya, NTT masih menghadapi keterbatasan dalam implementasi keempat indikator tersebut sehingga berdampak pada rendahnya efektivitas program pengentasan kemiskinan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan Adaptive Governance berperan penting dalam meningkatkan efektivitas kebijakan publik yang kontekstual dan adaptif terhadap kebutuhan lokal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas tata kelola di daerah 3T guna mendukung percepatan pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Referensi
Bappenas. (2023). Laporan Kinerja KPPN/BAPPENAS 2023. Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional. https://ppid.bappenas.go.id/public/storage/post_pdf/lakip/LKJ KEMENTERIAN TAHUN 2023 - FINAL.pdf
Chaf, B. C., & Gunderson, L. H. (2016). Emergence , institutionalization and renewal : Rhythms of adaptive governance in complex social-ecological systems. 165, 81–87. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2015.09.003
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications.
Folke, C., Hahn, T., Olsson, P., & Norberg, J. (2005). A DAPTIVE G OVERNANCE OF S OCIAL -E COLOGICAL. https://doi.org/10.1146/annurev.energy.30.050504.144511
Kemendes, P. (2024). 3. 23 2Ol4. 018390.
Pemprov NTB, P. (2021). Pengembangan usaha mikro dan kecil menengah sebagai upaya pemerintah provinsi nusa tenggara barat mempercepat penanggulangan kemiskinan. 2, 1–28.
Penduduk, P., & Maret, M. (2025). Prof il Kemiskinan di Indonesia Maret 2025. 63.
Penduduk, P., & September, M. (2025). Prof il Kemiskinan di Indonesia September 2024. 07.
THE 17 GOALS | Development, S. (n.d.). The 17 Goals Sustainable Development Goals. https://sdgs.un.org/goals
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tazkiyatul Qolbi, Wahyu Suharto, Tati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










