Politik Mahar dan Sentralisasi Partai: Analisis Motif Dukungan PKB pada Pilkada Kepulauan Sula 2020
DOI:
https://doi.org/10.36624/jisora.v8i2.295Kata Kunci:
partai Politik, motif dukungan, pilkadaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motif dukungan partai PKB dalam memberikan rekomendasi dukungan kepada Hendrata Thes-Umar Umabahihi pada Pilkada Kepulauan Sula 2020. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Penulis menggunakan teori motif politik untuk menjelaskan faktor dukungan partai PKB, dengan bantuan software Nvivo12 Plus untuk mengolah data hasil wawancara sehingga ditemukan kecenderungan yang lebih dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan Partai PKB terhadap Hendrata Thes pada Pilkada Kepulauan Sula 2020 didominasi oleh motif insentif material, yang ditunjukkan dengan adanya indikasi mahar politik dalam proses rekomendasi. Meskipun DPC PKB lebih memahami dinamika politik lokal dan tidak sepenuhnya mendukung keputusan tersebut, namun kewenangan penuh tetap berada di tangan pengurus pusat. Motif insentif solidaritas memiliki kecenderungan yang lebih kecil. Sementara itu, motif idealisme yang seharusnya menjadi dasar utama dalam menentukan dukungan politik, kurang dominan karena pertimbangan pragmatis lebih diutamakan oleh partai politik. Kewenangan pengurus pusat yang terlalu dominan membuat aspirasi pengurus di tingkat bawah kurang didengar.
Unduhan
Referensi
Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6 (1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394
Akbar, I. (2017). Pilkada Serentak Dan Geliat Dinamika Politik Dan Pemerintahan Lokal Indonesia. CosmoGov, 2 (1), 95. https://doi.org/10.24198/cosmogov.v2i1.11852
Al-Hamdi, R. (2019). Ambang Batas Pemilu: Pertarungan Partai Politik dan Pudarnya Idiologi Di Indonesia. Yogyakarta: UMY Pres.
Ardiansya, A. (2018). The Political Recruitment of Prosperous Justice Party (PKS) in Takalar Election 2017. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 8 (2), 147. https://doi.org/10.26858/jiap.v8i2.8112
Basalamah, F. (2018). Pengaruh Partai Politik Dalam Sistem Pemerintahan (Presidensial) Menurut Pasal 6a Uud 1945. Lex Administration, 6 (2), 79–87.
BPS Kepulauan Sula. (2018). Kepulauan Sula Dalam Angka 2028. BPS Kepulauan Sula. https://web-api.bps.go.id/download.php?f=4q52gS
Budiardjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. PT Gramedia Pustaka Utama.
Dwiranda, I. F., & Anggoro, S. A. (2020). Kandidat Problematik dalam Pilkada Serentak 2015-2018: Celah Hukum Pilkada Hingga Pragmatisme Partai Politik. Jurnal Transformative, 6 (2), 224–253. https://doi.org/10.21776/ub.transformative.2020.006.02.5
Ekowati, E. Y. (2019). Pragmatisme Politik: Antara Koalisi, Pencalonan, dan Calon Tunggal Dalam Pilkada. Jurnal Transformative, 5 (1).
Hafidhah, H., & Yandari, A. D. (2021). Training Penulisan Systematic Literature Review dengan Nvivo 12 Plus. Madaniya, 2(1), 60–69. https://doi.org/10.53696/27214834.39
Kodiyat, B. A., & Siagian, A. H. (2020). The Effect of Centralistic Political Party Policies in Selection Of Regional Heads in Medan City. 1 (1).
Napir, S. (2018). Rekruitmen Politik Dalam Pilkada di Kabupaten Takalar. Jurnal Transformative, 4 (2), 34–44. https://doi.org/10.21776/ub.transformative.2018.004.02.3
Nge, H. J. (2018). Oligarki Partai Politik Dalam Rekrutmen Calon Kepala Daerah (Studi Kasus Munculnya Calon Tunggal Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Landak Tahun 2017). Jurnal Academia Praja, 1 (1), 26.
Noor, F. (2018). Pilkada, Peran Partai Politik, Dan Konstelasi Pragmatis: Kajian Atas Pilgub Banten, Dki Jakarta, Jateng Dan Jatim (2017-2018). Jurnal Penelitian Politik, 15 (2).
Pruysers, S., & Cross, W. (2016). Candidate Selection in Canada: Local Autonomy, Centralization, and Competing Democratic Norms. American Behavioral Scientist, 60 (7), 781–798. https://doi.org/10.1177/0002764216632820
Razaqtiar, A. Z. (2016). Peran Partai Politik Dalam Pemilihan Kepala Daerah: Studi Upaya Partai Golkar dalam Memenangkan Pasangan Calon Juliyatmono—Rohadi di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun 2013. 5(3).
Ropik, A., Beriansyah, A., & Wijaya, W. (2018). Rekrutmen Calon Kepala Daerah dalam Era Pilkada Langsung dan Serentak di Kabupaten Musi Banyuasin. Intizar, 24(2), 71–80. https://doi.org/10.19109/intizar.v24i2.2693
Saputra, A. A., & Al-Hamdi, R. (2020). Motif Politik dalam Kelahiran dan Pembentukan Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi). Politika: Jurnal Ilmu Politik, 11(2), 163–182. https://doi.org/10.14710/politika.11.2.2020.163-182
Setyabudi, T., Lukman, S., Djaenuri, A., & Effendy, K. (2020). Dinamika Pemilihan Kepala Daerah Langsung Di Provinsi Sulawesi Tenggara. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik, 3(1), 256–269. https://doi.org/10.54783/japp.v3i1.64
Solihah, R. (2016). Politik Transaksional Dalam Pilkada Serentak Dan Implikasinya Bagi Pemerintahan Daerah Di Indonesia. The POLITICS: Jurnal Magister Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, 2(1).
Zamhasari. (2024). Dampak Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Terhadap Demokrasi: Tinjauan Kelebihan Dan Kekurangan Pilkada Serentak Di Indonesia Tahun 2024. Jurnal Pendidikan Dasar Dan Sosial Humaniora, 03(10), 873–880.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Sahrul Pora

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









